TEHERAN, iNews.id - Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) terkait rencana potensi serangan darat, dengan mengingatkan kegagalan militer AS di masa lalu. Pejabat militer Iran menyebut pengalaman tersebut sebagai “kegagalan historis” dan menegaskan bahwa langkah serupa hanya akan berujung seperti tindakan bunuh diri.
Menurut pejabat tersebut, pasukan AS pernah terlibat dalam pertempuran darat di front selatan Iran dan mengalami kekalahan telak. Karena itu, setiap upaya invasi kembali dinilai akan membawa konsekuensi serius bagi Washington.
Peringatan keras itu muncul di tengah laporan bahwa Iran telah mengerahkan sekitar 1 juta tentara untuk mengantisipasi kemungkinan serangan darat dari AS. Langkah ini dilakukan setelah militer Amerika dilaporkan mengirim belasan ribu personel Marinir dan pasukan terjun payung ke kawasan Timur Tengah.
Kantor berita Tasnim, mengutip sumber militer, menyebut pengerahan pasukan Iran difokuskan di Pulau Kharg, wilayah strategis yang berada di dekat Selat Hormuz. Pulau tersebut memiliki peran vital karena hampir 90 persen ekspor minyak Iran berasal dari sana.
Sumber militer Iran juga menegaskan bahwa setiap upaya AS untuk membuka Selat Hormuz secara paksa akan dianggap sebagai tindakan “bunuh diri”. Iran menyatakan siap menghadapi segala bentuk eskalasi dan tetap berkomitmen membatasi lalu lintas di jalur perairan strategis tersebut.
Di sisi lain, gelombang dukungan domestik juga meningkat. Dalam beberapa hari terakhir, terjadi lonjakan permohonan dari para pemuda Iran untuk bergabung dalam pertempuran. Mereka membanjiri pusat perekrutan untuk paramiliter Basij, Korps Garda Revolusi Islam, serta tentara reguler.
Para pejabat Iran kembali menegaskan bahwa pengiriman pasukan AS ke kawasan hanya akan memperburuk situasi dan berpotensi membawa dampak fatal, sejalan dengan peringatan bahwa langkah tersebut sama saja dengan tindakan bunuh diri.