TEHERAN, iNews.id - Iran tidak akan memberikan toleransi lagi jika fasilitas energinya diserang oleh Amerika Serikat (AS) atau Israel. Pada Rabu lalu, Israel menyerang ladang gas terbesar Iran, South Pars.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan, militernya baru menggunakan sebagian kecil kekuatan dalam membalas serangan Israel. Selama ini Iran menahan diri untuk menggunakan kekuatan besar.
Namun setelah serangan terhadap South Pars, Iran benar-benar mengamuk, tak akan menahan diri lagi.
"Satu-satunya alasan untuk menahan diri adalah menghormati permintaan untuk de-eskalasi,” tulis Araghchi, di media sosial X, dikutip Jumat (20/3/2026).
“Tak ada batasan, jika infrastruktur kami diserang lagi,” ujarnya, menegaskan.