Iran Komplain ke PBB soal Drone AS Masuki Wilayah Udaranya

Nathania Riris Michico
Iran menembak jatuh pesawat pengintai Global RQ-4 AS RQ-4 di dekat Selat Hormuz yang strategis. (FOTO: AFP Photo / Handout)

Iran dan AS terkunci dalam ketegangan yang meningkat sejak Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir multi-partai 2015 dengan Iran dan menerapkan kembali sanksi terhadap republik Islam itu.

Ketegangan melonjak pekan lalu ketika Iran menembak jatuh drone AS di atas perairan Teluk, setelah serangkaian serangan kapal tanker diserang di laut tersebut. AS menuding Iran terlibat dalam penyerangan kapal tanker itu.

Sejak saat itu, kedua negara bermusuhan itu terus saling perang kat-kata; Trump mengumumkan sanksi baru pekan ini terhadap pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif.

Iran mengancam untuk melanggar beberapa komitmennya di bawah kesepakatan nuklir 2015 kecuali jika mitra yang tersisa -Inggris, China, Prancis, Jerman, dan Rusia- membantunya menghindari sanksi AS, terutama untuk menjual minyaknya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Panas! Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

57 tahun lalu

Trump: Iran Sudah Tamat!

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih

57 tahun lalu

Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal