Iran Makin Kacau, Demonstran Rusuh Terancam Hukuman Mati

Anton Suhartono
Demonstrasi besar-besaran di Iran memuncak sejak Jumat (9/1) setelah pemerintah memutus akses internet secara nasional (Foto: Stasiun TV Pemerintah Iran via AP)

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia, lembaga HAM yang berbasis di Amerika Serikat (AS), mengungkap setidaknya 65 orang tewas dan 2.311 lainnya ditangkap sejak protes dimulai pada 28 Desember 2025 hingga 9 Januari 2026. Sebanyak 38 orang tewas berada di Provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari, Ilam, Kermanshah, dan Fars. 

Data lain diungkap Majalah Time, mengutip keterangan dokter, melaporkan setidaknya 217 demonstran tewas di Teheran, sebagian besar akibat tembakan peluru tajam.

Demonstrasi berdarah pecah di Iran pada 8 dan 9 Januari menyusul seruan dari Reza Pahlavi, putra mantan shah negara itu yang diasingkan. Dia juga menyerukan kembali kepada para demonstran untuk turun ke jalan pada 10 dan 11 Januari setelah pukul 18.00 waktu setempat.

“Tujuan kita bukan lagi sekadar turun ke jalan. Tujuannya adalah untuk bersiap merebut pusat kota dan mempertahankannya,” kata pria 65 tahun yang kini tinggal di AS itu, dalam unggahan di media sosial X. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
4 jam lalu

Nah, Amerika Sebut Denmark Langgar Protokol PBB karena Duduki Greenland

Internasional
6 jam lalu

Trump Klaim Iran Ajak Negosiasi setelah Diancam Serangan Militer

Internasional
6 jam lalu

Banjir Dukungan dari Eropa, Denmark Mantap Pertahankan Greenland meski Diancam Trump

Internasional
8 jam lalu

Nah, Trump Repost Pesan Menlu AS Marco Rubio Bakal Pimpin Kuba

Internasional
9 jam lalu

Trump Posting Gambar Klaim Jabat Presiden Venezuela Sementara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal