TEHERAN, iNews.id - Iran memasuki fase ketiga konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Para pejabat Iran menegaskan militer siap menghadapi konflik terbaru dengan kedua negara tersebut, berbekal pengalaman dari perang pada Juni 2025.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menjelaskan, fase pertama dan kedua masing-masing berlangsung saat perang 12 hari pada Juni 2025 dan demonstrasi anti-pemerintah baru-baru ini di penjuru Iran.
Menurut Gharibabadi, demonstrasi rusuh yang menewaskan ribuan orang tersebut merupakan serangan tersembunyi yang diorganisasi dengan dukungan AS dan Israel.
Gharibabadi mengklaim AS dan Israel akan kalah dalam perang fase terbaru nanti, seperti dialami pada dua fase sebelumnya.
Perang Iran versus AS-Israel, lanjut dia, sangat mungkin berlanjut dengan fase-fase berikutnya. Namun seharusnya kedua negara mengambil pelajaran berharga dari konflik sebelumnya.
"Musuh Iran akan berusaha untuk memicu fase keempat konflik berikutnya atau akhirnya sadar bahwa menghadapi Republik Islam hanya sia-sia dan membatalkan rencana mereka," ujarnya.
Gharibabadi menegaskan, Iran tidak ingin konflik dengan Amerika Serikat atau negara-negara Barat lain, namun dia menyoroti ancaman utama datang dari Israel.