Media Israel, The Times of Israel, melaporkan, AS telah memperingatkan negara-negara Teluk mengenai kemungkinan serangan baru terhadap Iran. Operasi itu disebut berpotensi berlangsung singkat, tetapi intensif.
Negara-negara Teluk dilaporkan khawatir serangan baru akan memicu pembalasan Iran, terutama karena sejumlah negara di kawasan tersebut menjadi tuan rumah pangkalan militer AS.
Sebelumnya, serangan Iran selama perang telah merusak fasilitas militer Amerika di kawasan Timur Tengah. Analisis Associated Press (AP) mencatat lebih dari 115 serangan drone dan rudal Iran atau kelompok yang didukungnya berdampak pada 26 pangkalan dan lokasi militer AS hingga Agustus 2026.
Upaya Diplomatik Cegah Perang Baru
Di tengah meningkatnya ancaman, sejumlah negara masih berupaya mencegah konflik kembali pecah. Qatar mengirim delegasi ke Teheran untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat Iran, sementara Pakistan juga terlibat dalam upaya mediasi.
Mesir turut menyuarakan kekhawatiran terhadap kemungkinan eskalasi baru. Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty memperingatkan bahwa perang lanjutan antara AS dan Iran dapat menimbulkan kehancuran yang lebih besar serta berdampak luas terhadap kawasan.
Sementara itu, Iran dilaporkan masih mempertimbangkan jalur diplomasi. Namun, perbedaan tuntutan antara Teheran dan Washington membuat upaya mencapai kesepakatan belum menemukan titik terang.