Iran Produksi Logam Uranium yang Diperkaya 20 Persen, Bisa untuk Senjata Nuklir

Anton Suhartono
Iran mulai produksi logam uranium yang diperkaya hingga 20 persen (Foto: Twitter)

Inggris, Prancis, dan Jerman dalam pernyataan bersama sangat prihatin mengenai keputusan Iran.

"Iran tidak memiliki kepentingan sipil yang kredibel untuk R&D dan memproduksi logam uranium, yang merupakan langkah kunci dalam pengembangan senjata nuklir," bunyi pernyataan bersama yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Inggris.

"Dengan langkah-langkah terbaru, Iran mengancam hasil pembicaraan Wina yang berjalan sukses meskipun kemajuan dicapai dalam negosiasi enam putaran," kata mereka, seraya mendesak Iran untuk kembali ke pembicaraan di Wina, Austria.

Pertemuan berlangsung pada Juni setelah sempat ditunda dari rencana sebelumnya, April. Belum ada waktu pasti soal rencana pertemuan berikutnya.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan, pemerintahannya tidak menetapkan batas waktu untuk pembicaraan. Dia menegaskan, seiring berjalannya waktu, apa yang dilakukan Iran terhadap nuklirnya akan memengaruhi sikap AS untuk kembali ke JCPOA.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
9 jam lalu

Pascapemilu Sela AS, Donald Trump Isyaratkan Serangan Susulan ke Iran

14 jam lalu

Trump Ancam Serang Iran Lagi: Anda Akan Segera Tahu!

14 jam lalu

Harga Minyak Dunia Melemah, Brent Keluar dari Level 100 Dolar AS per Barel

17 jam lalu

Dituduh Biang Kerok Kekalahan Republik di Pemilu terkait Perang Iran, Nasib Menhan AS di Ujung Tanduk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal