Iran Sebut AS Munafik karena Jual Teknologi Nuklir ke Arab Saudi

Nathania Riris Michico
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif. (foto: AP)

Komite Kongres yang dipimpin Demokrat sedang menyelidiki upaya perusahaan-perusahaan tenaga nuklir AS untuk memenangkan persetujuan pemerintahan Trump untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya.

Dia juga merujuk pada pembunuhan penulis Jamal Khashoggi oleh agen-agen Saudi pada Oktober lalu.

Pemerintahan Trump mundur dari kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA) pada Mei 2018. Kesepakatan itu mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, namun Trump mundur dengan alasan kesepakatan itu tidak cukup membatasi aktivitas-aktivitas nuklir Iran.

Dalam JCPOA 2015, Iran bersedia mengekang program pengayaan uraniumnya dan berjanji tidak akan mengejar senjata nuklir.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
2 hari lalu

Iran Dapat Informasi AS Akan Menyerang Lagi, Siapkan Pembalasan Dahsyat

2 hari lalu

Harga Minyak Dunia Melemah usai China Desak Iran Kendalikan Serangan Houthi

3 hari lalu

Asap Hitam Membubung Dekat Bandara Riyadh Saudi, Sejumlah Penerbangan Dibatalkan

3 hari lalu

Dewan Keamanan PBB Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal