TEHERAN, iNews.id - Iran menegaskan kesiapannya menghadapi perang terbuka melawan Amerika Serikat (AS) jika Washington memilih jalur militer. Pernyataan keras ini disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi di tengah meningkatnya ancaman Presiden AS Donald Trump yang membuka opsi serangan terhadap Teheran.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak gentar menghadapi tekanan militer AS. Dia menyebut, kemampuan pertahanan Iran kini jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya, terutama setelah serangan Amerika Serikat dan Israel pada Juni 2025 lalu.
“Jika Amerika memilih skenario militer, Iran siap untuk berperang,” kata Araghchi, dalam wawancara dengan Al Jazeera, dikutip Selasa (13/1/2026).
Menurut dia, ada pihak-pihak tertentu yang sengaja berupaya menyeret AS ke dalam konflik bersenjata dengan Iran demi kepentingan Israel. Meski tidak menyebutkan secara gamblang siapa pihak tersebut, Araghchi menegaskan Israel akan menjadi pihak yang paling diuntungkan jika perang benar-benar pecah.
Ketegangan meningkat setelah Presiden Trump mengancam akan menyerang Iran apabila demonstrasi besar yang melanda negara itu terus menelan korban jiwa. Namun, Araghchi menilai ancaman tersebut dibangun di atas narasi yang sengaja dikacaukan oleh kelompok teroris.