Iran Tegaskan Tak Bahas Nasib Uranium dalam Perundingan Damai dengan AS

Anton Suhartono
Iran memastikan tak ada pembahasan soal nasib uranium yang diperkaya dalam perundingan dengan AS (Foto: AP)

TEHERAN, iNews.id - Iran memastikan tak ada pembahasan soal nasib uranium yang diperkaya, material untuk nuklir, dalam perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS) saat ini. Isu nuklir dan status Selat Hormuz pasca-perang menjadi ganjalan kedua negara dalam menyepakati perjanjian damai permanen.

Kepala Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran Ebrahim Azizi menegaskan, isu pemindahan uranium yang diperkaya dari Iran tidak dibahas dalam negosiasi.

"Isu penghapusan uranium yang diperkaya sama sekali tidak dibahas pada tahap konsultasi dan pertukaran delegasi antara Iran dan Pakistan saat ini, serta pada tahap kontak apa pun dengan AS," kata Azizi, kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti, dikutip Sabtu (30/5/2026).

Sementara itu Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmaeil Baghaei menegaskan belum ada kesepakatan final yang dicapai dengan AS sejauh ini. Meski demikian, Baghaei menegaskan, perundingan kedua pihak yang dimediasi Pakistan terus berlanjut.

Baghaei juga menolak keras nada bicara Presiden Donald Trump yang mengatakan, Iran telah meninggalkan bahasa "harus" 47 tahun silam. Baghaei menegaskan, Iran hanya membuat keputusan berdasarkan kepentingan dan hak rakyatnya.

Soal berlanjutnya blokade maritim AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz, Baghaei menegaskan tindakan itu ilegal dan melanggar kesepakatan gencatan senjata serta kebebasan navigasi internasional.

Baghaei menambahkan, Iran ingin melihat apakah pencabutan blokade maritim tersebut, bagian dari kesepakatan damai, akan dilaksanakan atau hanya, janji dan propaganda.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Ford Cs Ketakutan, Kongres AS Diminta Blokir Permanen Mobil China

2 hari lalu

Teluk Persia Panas! Militer AS Serang 3 Kapal Tanker Iran

2 hari lalu

Ini Skenario Israel Usir Jutaan Warga Gaza dalam 7 Tahun

3 hari lalu

AS Setujui Penjualan Bom dan Peralatan Militer Senilai Rp88 Triliun ke Arab Saudi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal