TEHERAN, iNews.id - Iran menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel di balik kisruh perbatasan Maroko-Spanyol. Sekitar 60.000 imigran, sebagian besar asal Maroko, nekat menyeberangi perbatasan untuk masuk wilayah Ceuta, Spanyol, pada Kamis hingga Sabtu pekan lalu.
Jumlah 60.000 imigran itu sama saja dengan 70 persen populasi Ceuta. Sebagian besar dari mereka menyeberangi perbatasan dengan berenang di laut.
Kedutaan Besar (Kedubes) Iran untuk Kenya menduga, AS dan Israel mengatur penyeberangan imigran massal dari Maroko ke Ceuta. Alasannya, AS-Israel ingin menghukum Spanyol karena menolak tunduk pada tekanan terkait konflik Timur Tengah.
Spanyol berselisih dengan AS dan Israel terkait perang Gaza dan serangan terhadap Iran.
Iran menyebut gelombang imigran itu sebagai operasi yang diorganisasi oleh AS dan Israel, dikoordinasikan dengan otoritas dari negara tetangga untuk menggoyahkan stabilitas Spanyol.