GAZA, iNews.id - Perbatasan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir dibuka untuk pertama kalinya sejak 2 tahun. Ini merupakan uji coba yang diperuntukkan bagi sejumlah kecil warga Gaza untuk meninggalkan wilayah mereka, menjelang pembukaan sepenuhnya.
Pembukaan perbatasan Rafah seharusnya dilakukan Israel sejak berlakunya gencatan senjata fase pertama pada 10 Oktober 2025, namun tak pernah terwujud.
Lembaga Israel, Coordinator for Government Activities in the Territories (COGAT), menyatakan penyeberangan yang ditutup sejak Mei 2024 itu tengah menjalani serangkaian persiapan yang dilakukan Mesir, Uni Eropa, serta pihak-pihak lain yang akan terlibat dalam pengoperasian perbatasan.
Selama uji coba, penyeberangan hanya dibuka bagi penduduk secara terbatas.
Ali Shaath, kepala komite teknokrat Palestina yang akan mengelola Gaza, mengatakan di media sosial bahwa penyeberangan akan dibuka di kedua arah pada Senin (2/2/2026).
Shaath pada pertengahan Januari lalu juga mengatakan, pembukaan penyeberangan Rafah menandakan Gaza tidak lagi tertutup bagi masa depan dan dunia. Namun, pembukaan truk-truk bantuan kemanusiaan masih jauh untuk terwujud.