LONDON, iNews.id - Israel akan mendukung serangan terhadap Iran jika kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat (AS) tidak tercapai. Selain nuklir, negosiasi tersebut juga akan membahas program rudal balistik Iran.
Pembahasan juga dilaporkan mencakup kelompok-kelompok proksi Iran di Timur Tengah, seperti Hizbullah di Lebanon an Houthi.
Portal berita AS Axios sebelumnya melaporkan, utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, akan bertemu Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi di Istanbul, Turki, pada Jumat (6/2/2026), untuk membahas program nuklir Teheran.
Sebelum pertemuan berlangsung, Witkoff berkunjung ke Israel untuk bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Tampaknya, Netanyahu berusaha meyakinkan Witkoff bahwa mencapai kesepakatan terbatas dengan Iran hanya sia-sia.
"Israel menuntut AS agar kesepakatan dengan Iran mencakup penghapusan uranium yang diperkaya, penghentian pengayaan uranium, pembatasan produksi rudal balistik, dan penghentian dukungan untuk proksi (di kawasan) Jika tidak, Israel mendukung serangan untuk menggulingkan rezim," kata seorang sumber pejabat Israel kepada surat kabar Inggris, The Financial Times, dikutip Rabu (4/2/2026).
Presiden AS Donald Trump beberapa kali mengancam akan menyerang Iran jika negara itu tidak mau kembali ke meja perundingan. Trump mengatakan, armada besar sedang menuju Iran seraya berharap Teheran akan setuju untuk bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan.
Namun Iran menegaskan negosiasi hanya bisa dilakukan dalam situasi yang adil dan setara, tidak di bawah ancaman. Delegasi Iran dan AS dilaporkan akan bertemu pekan ini di Turki untuk memulai putaran baru negosiasi.