"Untuk menciptakan sejumlah besar korban dan kerusakan di Israel," lanjutnya.
"Hizbullah belum memiliki kemampuan industri untuk memproduksi rudal berpemandu yang presisi, tetapi terus bekerja menuju tujuan itu," tandasnya.
Tuduhan itu muncul setelah Hizbullah -yang telah berperang dengan beberapa kali- menuduh negara Yahudi itu melakukan serangan drone pada Minggu (30/8/2019) di markasnya di Beirut.
Militer Israel tidak mengonfirmasi apakah mereka di balik serangan akhir pekan itu; yang menyebabkan satu drone meledak dan satu lagi jatuh tanpa meledak.
Menurut surat kabar Inggris, Times, drone jatuh di dekat instalasi Iran yang memproduksi bahan bakar yang digunakan oleh rudal presisi.
Serangan di Beirut terjadi setelah Israel pada hari sebelumnya melancarkan serangan di Suriah. Serangan itu disebut untuk mencegah Iran membombardir negara Zionis itu.