Selat Hormuz merupakan jalur energi paling vital di dunia. Sebelum konflik, sekitar 20 persen pasokan minyak global serta ekspor gas alam cair dari kawasan Teluk melintasi jalur ini. Sejak perang dimulai, Iran menutup jalur tersebut sehingga memicu kekhawatiran global.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mendesak sekutu-sekutunya untuk membentuk kekuatan angkatan laut guna menjaga Selat Hormuz tetap terbuka. Namun, sebagian besar negara menolak terlibat lebih jauh dalam konflik.
Dampak penutupan Selat Hormuz langsung terasa di pasar energi. Harga minyak dunia melonjak menembus 100 dolar AS per barel. Analis memperingatkan, angka tersebut bisa melesat hingga 150–200 dolar AS jika perang Iran terus meluas.