Israel laporkan kasus infeksi virus flu dan corona atau flurona pertama di dunia melibatkan pasien hamil (Foto: Reuters)
Anton Suhartono

TEL AVIV, iNews.id - Kasus infeksi kombinasi virus flu dan corona baru atau disebut flurona terdeteksi di Israel. Ini merupakan kasus infeksi kombinasi pertama di dunia yang dilaporkan.

Pasien merupakan perempuan hamil dan belum mendapatkan satu dosis vaksin Covid-19 pun. Kasus infeksi hibrida ini didiagnosis di Rabin Medical Center, Petah Tikva, pekan lalu.

“Dia didiagnosis menderita flu dan virus corona setelah tiba. Kedua hasil tes menunjukkan positif lagi, bahkan setelah kami periksa kembali,” kata Kepala Departemen Ginekologi Rabin Medical Center, Arnon Vizhnitser, seperti dilaporkan surat kabar Yedioth Ahronoth.

Vizhnitser menambahkan, pasien tersebut mengalami gejala ringan. Namun perempuan itu sudah diperbolehkan keluar pada Kamis lalu. Menurut dia, flu dan Covid merupakan penyakit dengan karakter serupa karena sama-sama menyerang saluran pernapasan bagian atas. 

“Kami melihat semakin banyak perempuan hamil mengalami flu. Ini jelas menjadi tantangan besar, berurusan dengan seorang perempuan yang datang untuk melahirkan dalam kondisi demam dan Anda tidak tahu apakah itu virus corona atau flu. Sebagian besar penyakitnya adalah pernapasan,” kata Vizhnitser.

Kementerian Kesehatan sedang mengkaji kasus tersebut untuk mengetahui apakah kombinasi kedua virus tersebut dapat menyebabkan penyakit lebih parah atau tidak. Sejauh ini belum ada kesimpulan yang pasti, namun perempuan itu sudah diperbolehkan pulang. Hal yang pasti virus dari keduanya juga memengaruhi sistem kekebalan tubuh manusia.

Sementara itu, Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Israel baru-baru ini melaporkan peningkatan tajam kasus flu. Lembaga itu memperingatkan flu dapat menyebabkan penyakit serius seperti pneumonia, berbagai infeksi saluran pernapasan, miokarditis, bahkan kematian. 

CDC menyerukan agar semua warga berusia 6 bulan ke atas untuk mendapatkan vaksin influenza. Pemberian vaksin flu bisa dilakukan bersamaan dengan suntikan Covid-19.

Sebelumnya ilmuwan di seluruh dunia memperingatkan risiko infeksi dari kombinasi berbagai virus maupun varian Covid. Kepala petugas medis Moderna Paul Burton memperingatkan, kombinasi Covid varian Delta dan Omicron bisa menciptakan strain baru yang lebih berbahaya.


Editor : Anton Suhartono

BERITA TERKAIT