TEL AVIV, iNews.id - Israel melarang wartawan dan media memublikasikan video yang memperlihatkan rudal Iran seliweran di langit maupun rekaman sistem pertahanan udara yang mencegat serangan tersebut. Kebijakan itu merupakan bagian dari aturan sensor baru yang diberlakukan militer Israel di tengah memanasnya konflik dengan Iran sejak Minggu (7/6/2026).
Selain melarang publikasi video, otoritas sensor militer Israel juga meminta jurnalis tidak memberitakan secara rinci dampak serangan rudal Iran terhadap fasilitas militer dan strategis. Aturan tersebut tertuang dalam surat edaran resmi yang dikirim kepada media-media di dalam negeri.
Dalam surat itu, para wartawan dilarang memublikasikan informasi mengenai rudal Iran yang menghantam fasilitas militer Israel. Mereka juga diwajibkan mematuhi instruksi khusus terkait pelaporan setiap serangan yang dilakukan Iran maupun kelompok Hizbullah ke wilayah Israel.
“Jangan memublikasikan jumlah pasti rudal yang diluncurkan dalam setiap serangan. Anda dapat menggunakan istilah umum seperti rudal yang tersebar atau belasan, tetapi bukan angka persis,” demikian bunyi salah satu instruksi dalam surat edaran tersebut.
Otoritas sensor juga melarang media memberitakan rudal yang jatuh sebelum mencapai sasaran atau yang jatuh di sepanjang lintasannya. Sebagai gantinya, jurnalis diminta hanya melaporkan bahwa rudal tersebut gagal mencapai target.