Tak hanya itu, badan intelijen luar negeri Israel, Mossad, dilaporkan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menyelundupkan pesawat tanpa awak (drone) ke wilayah Iran. Beberapa drone tersebut bahkan baru menjalani uji coba pada malam sebelum serangan dilancarkan.
Menariknya, setelah Netanyahu membuat keputusan akhir pada 9 Juni, Kantor Perdana Menteri justru mengumumkan bahwa ia akan mengambil cuti untuk menghadiri pernikahan putra sulungnya dan berlibur akhir pekan.
Hal ini menuai perhatian karena dilakukan hanya beberapa hari sebelum dimulainya konflik besar.
Sumber dari Israel juga mengungkap, dalam proses pengambilan keputusan, sempat terjadi ketidaksepakatan antara Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Meski demikian, Israel tetap melanjutkan serangan secara sepihak ke wilayah Iran.