Israel Terpecah, PM Netanyahu Salahkan Boikot Tentara Cadangan Israel di Balik Serangan Hamas

Anton Suhartono
Benjamin Netanyahu menyalahkan aksi boikot tentara cadangan Israel di balik serangan Hamas (Foto: Reuters)

TEL AVIV, iNews.id - Perpecahan terjadi di internal pemerintah Israel terkait serangan Hamas pada 7 Oktober lalu. Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu terkesan menyalahkan aksi boikot tentara cadangan Israel di balik serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober lalu.

Seperti diketahui, tentara cadangan Israel memboikot tak akan bertugas sebagai protes dari rencana Netanyahu mereformasi peradilan. Kebijakan kontroversial itu memicu demonstrasi besar-besaran di Israel sejak awal tahun ini, mendesak Netanyahu mundur.

Usai menyampaikan komentar terbarunya itu soal tentara cadangan, Netanyahu kemudian membantah telah mengaitkan serangan Hamas dengan aksi boikot tentara cadangan. Bantahan itu disampaikan setelah seorang menteri senior Israel mengecam pernyataan Netanyahu.

Perdebatan ini dimulai setelah stasiun televisi Israel Channel 12 mengangkat pernyataan Netanyahu, ada kebutuhan untuk mengkaji apakah unjuk rasa berbulan-bulan terhadap pemerintahnya, termasuk dilakukan tentara cadangan, memicu Hamas untuk menyerang Israel. Tentara cadangan melakukan boikot, tidak akan melapor untuk tugas rutin sampai Netanyahu menarik keputusannya untuk mereformasi peradilan.

Tokoh oposisi Israel Benny Gantz, dalam posting-an di akun X, mendesak Netanyahu untuk mencabut komentar tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
10 jam lalu

30% Korban Tewas Serangan AS-Israel ke Iran Anak-Anak, Rudal Ditembak dari UEA

Nasional
15 jam lalu

Momen Prabowo Menangis Terharu, Apresiasi Baznas Salurkan Bantuan ke Palestina

Buletin
23 jam lalu

Kim Jong Un Pamer Rudal dari Kapal Perang di Tengah Konflik AS-Israel vs Iran Memanas

Nasional
1 hari lalu

Di Hadapan Ulama, Prabowo Janji Keluar dari Board of Peace jika Palestina Tak Diuntungkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal