Jadi Presiden Vietnam, Jenderal To Lam Janji Basmi Korupsi

Ahmad Islamy Jamil
Parlemen Vietnam menyetujui Jenderal To Lam menjadi presiden baru negara itu, Rabu (22/5/2024). (Foto: Kementerian Keamanan Publik Vietnam)

Sebagai Menteri Keamanan Publik Vietnam, Lam yang kini berumur 66 tahun, telah menjadi tokoh penting dalam kampanye antikorupsi di negaranya. Dia berambisi untuk membasmi korupsi yang meluas di kalangan pejabat negara itu. 

Setelah terpilih jadi presiden hari ini, Lam pun mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa dia akan dengan tegas dan tanpa henti melanjutkan perjuangan melawan korupsi.

Di Vietnam, sebagian besar peran presiden hanya besar bersifat seremonial atau simbolis. Kendati demikian, jabatan itu menjadi salah satu dari empat posisi politik teratas negara komunis itu—yang disebut “empat pilar”. Selain presiden, tiga jabatan penting lainnya yaitu sekretaris jenderal (ketua) Partai Komunis, perdana menteri, dan ketua parlemen (Majelis Nasional).

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
3 hari lalu

Beda Jauh! Harga Benih Lobster di RI Cuma Rp8.500, di Vietnam Tembus Rp35.000 per Ekor

7 hari lalu

Pengamat Dorong Kejagung Buka Bukti Aliran Dana dalam Kasus Febrie Adriansyah: Harus Diuji Objektif

8 hari lalu

JPU Ungkap Kode Kue Rp20,6 Miliar untuk Febrie Adriansyah terkait Korupsi Pengadaan Batu Bara PLTU

8 hari lalu

KPK Masih Tunggu Nusron Wahid Hadir sebagai Saksi Kasus Korupsi ATR/BPN

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal