"Kami memperingatkan, setiap bantuan atau memfasilitasi militer AS agresor, akan dianggap sebagai partisipasi bersama pasukan AS," kata Abdollahi.
Pernyataan tersebut menjadi peringatan keras bagi negara-negara Arab di kawasan Teluk yang menjadi lokasi pangkalan atau fasilitas militer AS. Iran sebelumnya juga telah berulang kali memperingatkan negara-negara kawasan agar tidak memberikan dukungan terhadap operasi militer Washington.
Meski tidak terjadi aksi saling serang langsung antara Iran dan AS dalam beberapa pekan terakhir, Teheran tetap menganggap keberadaan dan aktivitas militer AS di kawasan sebagai ancaman.
Iran juga menegaskan dukungan terhadap AS tidak hanya dilihat dari keterlibatan langsung dalam pertempuran. Memfasilitasi militer, termasuk menyediakan akses atau dukungan bagi operasi pasukan AS, dapat dianggap sebagai bentuk partisipasi dalam agresi terhadap Iran.
Selain memperingatkan negara-negara Teluk, Iran bersama kelompok-kelompok yang menjadi sekutunya di kawasan sebelumnya juga melakukan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di Yordania dan Irak.
Serangan ke Yordania pada Juli dilaporkan menyebabkan sejumlah pesawat dan drone militer AS hancur. Serangan tersebut juga disebut menimbulkan korban jiwa.