Popov mengatakan, dia pernah bercerita kepada atasannya tentang kematian tentara Rusia akibat serangan artileri Ukraina. Dia juga mengatakan bahwa pasukannya tidak memiliki sistem antirudal yang tepat dan peralatan untuk mengintai musuh.
Menurut dia, para pemimpin senior militer Rusia tampaknya merasakan ada semacam bahaya dari keterusterangannya tersebut. Karena itulah, mereka kemudian memecat Popov.
“(Mereka) dengan cepat mengarang perintah dari menteri pertahanan (Menhan Rusia Sergei Shoigu) hanya dalam satu hari dan menyingkirkan saya,” ucapnya.
“Tentara Ukraina tidak dapat menembus barisan kami di depan. Akan tetapi, pemimpin senior kami malah menyerang kami dari belakang, dengan kejam memenggal kepala para tentara pada saat yang paling sulit dan intens,” kata Popov.