Guncangan gempa begitu kuat sehingga menggoyang gedung-gedung besar di Tokyo, ratusan kilometer dari titik pusat gempa.
Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana (FDMA) menyatakan, hingga Selasa (21/4/2026) pagi enam orang luka, dua di antaranya dalam kondisi serius.
Tidak ada laporan kebakaran atau kerusakan pada fasilitas penting.
Jepang mengeluarkan peringatan gelombang tsunami dengan ketinggian hingga 3 meter, namun peringatan itu dicabut beberapa jam setelah gelombang setinggi 80 cm menghantam pelabuhan Kuji, Iwate.
Jepang merupakan salah satu negara paling aktif secara seismik di dunia, terletak di atas empat lempeng tektonik utama di sepanjang tepi barat Cincin Api Pasifik.
Negara berpenduduk sekitar 125 juta jiwa itu mengalami sekitar 1.500 guncangan gempa setiap tahun, menyumbang sekitar 18 persen dari gempa bumi di dunia. Sebagian besar gempa bersifat ringan, meski kerusakan yang ditimbulkan bervariasi tergantung pada lokasi dan kedalaman di bawah permukaan bumi tempat gempa terjadi.