Jepang Heboh, PM Sanae Takaichi Paksa Staf Ngantor Jam 3 Pagi untuk Rapat

Anton Suhartono
Sanae Takaichi menjadi sorotan terkait rapat pemerintah yang berlangsung pukul 3 pagi (Foto: AP)

"Boleh saja dia bekerja, tapi seharusnya tidak melibatkan orang lain. Semua orang tidur pada jam itu. Sikap yang sangat menyedihkan ditunjukkan seorang pemimpin tertinggi negara ini," ujarnya, seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (14/11/2025).

Kontroversi ini muncul ketika Jepang mempertimbangkan untuk melonggarkan batas waktu lembur, gagasan yang baru-baru ini didukung Takaichi. Batasan 45 jam lembur per bulan saat ini berlaku pada 2019 setelah kematian Matsuri Takahashi, seorang karyawan Dentsu, perusahaan raksasa periklanan. Dia meninggal karena bunuh diri pada 2016 setelah bekerja lembur lebih dari 100 jam per bulan.

Takaichi mendukung agar orang-orang bisa bekerja lembur lebih banyak karena bisa menjadi sumber pendapatan yang penting. Namun, dia juga mengatakan hal itu tidak boleh mengorbankan kesejahteraan para pekerja.

"Saya tidak menyetujui lembur yang menyebabkan kematian akibat terlalu banyak bekerja," kata Takaichi, dalam pidatonya di parlemen. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
10 hari lalu

Batal ke Eropa, Wisatawan RI Geser Liburan ke China dan Jepang imbas Konflik di Timur Tengah

Nasional
11 hari lalu

Prabowo Undang PM Jepang Sanae Takaichi ke Indonesia: Kami akan Sambut Hangat

Nasional
11 hari lalu

Prabowo Ungkap Hasil Pertemuan dengan PM Jepang, Perkuat Kerja Sama Energi-Keamanan

Nasional
11 hari lalu

Prabowo ke PM Takaichi: Terima Kasih Undang Saya ke Jepang di Musim Bunga Sakura

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal