Jerman Batalkan Bantuan Militer Senilai Rp51,6 Triliun ke Ukraina

Ahmad Islamy Jamil
Tentara Ukraina berkendara di atas kendaraan lapis baja di tengah pertempuran melawan agresi Rusia. (Foto: AP)

BERLIN, iNews.idJerman tidak akan dapat mengirimkan bantuan militer senilai lebih dari 3 miliar euro (Rp51,6 triliun) ke Ukraina. Pasalnya, Berlin telah membatalkan lebih dari 30 pos bantuan untuk Kiev yang diajukan Kementerian Pertahanan Jerman, Senin (19/8/2024).

Pekan lalu, media Jerman melaporkan bahwa Berlin harus mengurangi bantuan militernya ke Ukraina. Pasalnya, jika mengikuti rancangan anggaran (RAPBN) oleh Pemerintah Jerman saat ini, tidak ada dana baru yang dialokasikan untuk tujuan ini. 

Keputusan Kanselir Jerman, Olaf Scholz, menegaskan bahwa bantuan yang telah disetujui sebelumnya tetap akan dikirimkan ke Ukraina, meski pengajuan tambahan dari Kemhan Jerman tidak akan lagi disetujui.

“Lebih dari 30 tindakan berprioritas tinggi untuk Ukraina senilai lebih dari 3 miliar euro tidak dapat dilaksanakan lebih lanjut,” kata Kemhan Jerman kepada surat kabar Bild.

Pos bantuan untuk Ukraina yang membutuhkan pengeluaran di atas target untuk tahun ini sebesar 3,87 miliar euro diajukan oleh kementerian itu pada pertengahan Mei lalu. Pos tersebut sudah mencakup 1,3 miliar euro untuk suku cadang persenjataan, 600 juta euro untuk amunisi artileri, dan 500 juta euro masing-masing untuk drone dan kendaraan lapis baja.

Bild melaporkan, keputusan untuk membatasi bantuan militer ke Ukraina telah memperburuk pertikaian dalam koalisi partai-partai yang berkuasa di Jerman.

Rusia melancarkan agresi militer di Ukraina sejak Februari 2022. Moskow secara konsisten mengkritik pasokan senjata ke Ukraina, dengan alasan bahwa hal itu mempersulit penyelesaian konflik dan secara langsung melibatkan negara-negara NATO dalam konflik yang sedang berlangsung.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
14 jam lalu

China dan Rusia Minat Garap Proyek Kereta Trans Kalimantan, Pemerintah Siapkan Investasi

4 hari lalu

Terungkap! Iran Siapkan Serangan ke Ukraina untuk Balas Dendam, tapi Dibatalkan

8 hari lalu

Alasan Rusia Buru Pendiri Telegram Pavel Durov hingga Terancam Penjara Seumur Hidup

9 hari lalu

Diburu Rusia, Pendiri Telegram Pavel Durov Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal