Jerman Kutuk Tindakan Keras Pasukan Keamanan saat Redakan Aksi Protes di Iran

Nathania Riris Michico
Seorang perempuan Iran berjalan melewati lukisan mural bendera nasional republik Islam di Teheran. (FOTO: AFP)

BERLIN, iNews.id - Jerman mengutuk pasukan keamanan Iran karena menggunakan kekerasan berlebihan saat berupaya memadamkan protes yang dipicu oleh kenaikan harga BBM. Aksi terjadi sejak Jumat pekan lalu.

"Kami dikejutkan oleh laporan kematian lebih dari 100 korban, dan mengutuk tindakan yang tidak proporsional oleh pasukan keamanan Iran. Hak untuk protes damai harus dihormati," kata juru bicara kementerian luar negeri Jerman, seperti dilaporkan AFP, Jumat (22/11/2019).

"Kami menyerukan pasukan keamanan Iran menahan diri sebaik mungkin," ujarnya.

Demonstrasi meledak di Iran sejak Jumat (15/7/2019), beberapa jam setelah harga BBM naik 200 persen, dan kerusuhan menyebar ke sejumlah pusat kota.

Para pejabat mengonfirmasi lima kematian, namun Amnesty International menyatakan bahwa lebih dari 100 demonstran diyakini tewas dan jumlah korban sebenarnya bisa mencapai 200.

Tingkat kerusuhan dan korban jiwa sulit dipastikan mengingat internet hampir mati total di negara itu.

Jerman juga mendesak Iran sepenuhnya mencabut pemutusan Internet.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
8 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Lagi, Sentuh Rp18.083 per Dolar AS

9 jam lalu

AS Bakal Rampas Aset Iran untuk Bayar Kerugian Perang di Selat Hormuz dan Timur Tengah

12 jam lalu

Tentara AS Tewas dalam Perang Iran Bertambah Jadi 18 Orang, 624 Luka

13 jam lalu

Harga Minyak Dunia Merosot usai AS Hentikan Serangan ke Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal