Di Frankfurt, polisi menghadapi para pengunjuk rasa yang melempar batu, petasan, dan bom Molotov. Petugas membalas dengan menyemprotkan meriam air serta semprotan merica.
“Jendela-jendela beberapa toko di pecahkan. Bom Molotov juga dilempar ke petugas darurat,” bunyi pernyataan kepolisian Frankfurt, seperti dikutip dari AFP, Minggu (1/11/2026).
Toko senjata termasuk di antara yang dijarah setelah pelaku memecahkan jendela. Polisi menangkap seorang pelaku dan menyita dua senjata.
Sebuah toko sepatu olahraga dan parfum juga menjadi sasaran penjarahan.
Sebagian besar jalan utama dan pusat perbelanjaan Frankfurt ditutup karena pihak berwenang berupaya meredam kerusuhan. Mobil polisi dan anti-huru hara mencegah siapa pun masuk.
Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Hesse, Roman Poseck, mengatakan sekitar 100 ekstremis sayap kiri menyusup ke demonstrasi di Frankfurt.