SHANGHAI, iNews.id - China membantah keterangan militer Amerika Serikat (AS) terkait insiden jet tempur J-11-nya dengan pesawat pengintai RC-135 di Laut China Selatan. Disebutkan, jet tempurnya terpaksa mencegat pesawat Angkatan Udara (AU) AS itu.
Juru Bicara Komando Armada Selatan China Tian Junli mengatakan, pesawat pengintai AS melanggar hukum internasional serta membahayakan keselamatan pilot China.
Menurut Tian, pesawat AS mengabaikan peringatan yang disampaikan berulang kali oleh pilot China. Disebutkan, pesawat AS melakukan manuver berbahaya yang mengancam keselamatan pesawat China.
Dia juga menyebut keterangan militer AS yang dikeluarkan pada Kamis pekan lalu menyesatkan publik. Insiden itu terjadi di dekat Kepulauan Paracel, wilayah di Laut China Selatan yang disengketakan.
"Amerika Serikat dengan sengaja menyesatkan opini publik dalam upaya membingungkan khalayak internasional. Kami benar-benar meminta pihak AS untuk bisa Angkatan Laut dan Angkatan Udara di garis depan untuk menahan diri dari segala tindakan, secara ketat mematuhi hukum dan perjanjian internasional yang terkait, dan mencegah kecelakaan di laut dan udara," ujarnya, dalam pernyataan pada Sabtu (31/12/2022) malam, seperti dikutip dari Reuters.