KUALA LUMPUR, iNews.id - Kepemimpinan Malaysia akan berganti dalam 1 atau 2 tahun tanpa melalui proses pemilihan umum (pemilu). Mahathir Mohamad akan menyerahkan jabatan perdana menteri (PM) kepada Anwar Ibrahim.
Sesuai kesepakatan sejak sebelum pemilu pada Mei 2018, jika koalisi Pakatan Harapan menang, Mahathir akan menyerahkan jabatan PM kepada Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu.
Anwar masih di penjara saat Pakatan Harapan memenangkan pemilu, sehingga koalisi sepakat menyerahkan posisi PM ke Mahathir.
Namun tak ada waktu yang definitif kapan estafet kepemimpinan berlangsung. Namun Mahathir pernah mengatakan dia masih menjadi PM dalam 2 tahun mendatang.
Sementara itu Anwar tampaknya sudah menyiapkan diri menggantikan Mahathir. Tokoh reformasi yang masuk-keluar penjara terkait tuduhan pelecehan seksual dan korupsi itu berjanji akan memberikan peran penting kepada Mahathir setelah tampuk kekuasaan berpindah tangan.