Joe Biden Dilaporkan Akan Ancam Vladimir Putin agar Rusia Tak Serang Ukraina

Anton Suhartono
Joe Biden (kanan) akan menyampaikan ancaman kepada Vladimir Putin dalam pertemuan virtual mereka jika Rusia menyerang Ukraina (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Joe Biden akan memanfaatkan pertemuan virtualnya dengan Vladimir Putin, Selasa (7/12/2021), untuk mengancam bahwa Amerika Serikat akan menjatuhkan sanksi ekonomi yang berat jika Rusia menyerang Ukraina.

Sumber pejabat AS mengatakan sanksi tersebut menargetkan bank-bank besar Rusia serta kemampuan negara itu untuk mengubah rubel menjadi dolar dan mata uang lainnya. Harapannya ancaman ini bisa mencegah Putin yang telah mengerahkan hampir 100.000 tentaranya di perbatasan untuk menyerang Ukraina.

Rusia berulang kali membantah laporan intelijen AS bahwa negara itu akan mengerahkan kekuatan besar-besaran untuk menyerang Ukraina pada awal 2022. Pengerahan pasukan ke perbatasan hanya sebagai langkah pertahanan. 

Sementara itu menjelang pembicaraan langsung keduanya dengan Putin selama menjabat presiden AS, Biden berkonsultasi dengan para sekutunya dari Eropa untuk membahas rencana sanksi terhadap Rusia. Selain itu Biden bersama para sekutu ingin merumuskan sikap yang lebih tegas dalam mendukung integritas teritorial dan kedaulatan Ukraina.

Biden diketahui telah berbicara dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Italia Mario Draghi, dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Para pemimpin mendesak Rusia untuk mengurangi ketegangan di perbatasan Ukraina dan kembali ke diplomasi. Tim mereka juga tetap saling berhubungan erat, termasuk berkonsultasi dengan NATO dan Uni Eropa untuk melakukan pendekatan terkoordinasi dan komprehensif.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
40 menit lalu

Trump Puas Negosiasi Nuklir dengan Iran: Mereka Siap Capai Kesepakatan!

Internasional
2 jam lalu

Trump Dilaporkan Gelar Pertemuan Perdana Dewan Perdamaian Gaza pada 19 Februari

Internasional
3 jam lalu

Iran Pastikan Negosiasi dengan AS Hanya Bahas Nuklir, Bukan yang Lain

Internasional
7 jam lalu

Geger, Elon Musk Ngaku Tak Bahagia meski Berharta Rp14.300 Triliun Lebih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal