Dalam pernyataan pada Jumat pekan lalu, militer AS meminta maaf atas peristiwa tersebut. Mereka menyebut jatuhnya korban jiwa dari warga sipil sebagai kesalahan tragis. Serangan drone itu seharusnya menyasar pelaku bom bunuh diri ISIS-K.
Kepala Pusat Komando AS Frank McKenzie saat itu mengatakan, dia yakin serangan drone kala itu bisa mencegah ancaman terhadap pasukan AS di bandara Kabul.
“Namun, penyelidikan kami sekarang menyimpulkan bahwa serangan itu adalah kesalahan yang tragis,” kata McKenzie.
Menurut McKenzie, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) sedang mempertimbangkan pemulihan bagi keluarga korban.