Joe Biden Sebut Pasukan AS Akan Bela Taiwan, Gedung Putih: Pernyataan Pribadi

Anton Suhartono
Kurt Campbell (Foto: Reuters)

"Iya, jika pada kenyataannya terjadi serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Biden, menjawab pertanyaan pembawa acara, apakah pasukan AS akan membela Taiwan jika diserang.

Sebenarnya ini pernyataan Biden kedua bahwa AS akan membela Taiwan dengan kekuatan militer jika wilayah itu diserang China. Namun kali ini disertai dengan pengerahan pasukan. Pernyataan tersebut disebut melanggar kebijakan lama AS yang masih mengakui Taiwan sebagai bagian dari China atau dikenal dengan Satu China. AS sejak lama terjebak pada kebijakan ambigu soal Taiwan. 

Biden lalu menegaskan, kasus Taiwan berbeda dengan Ukraina. Jika di Ukraina AS mengirim bantuan persenjataan, maka untuk Taiwan pasukannya yang akan dikerahkan.

Di sisi lain, dalam wawancara itu Biden menegaskan kembali bahwa AS tetap berkomitmen pada kebijakan Satu China, yakni mengakui Beijing secara resmi, bukan Taipei. Dia juga menggarisbawahi bahwa AS tidak mendorong Taiwan untuk merdeka.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Senator Amerika Serikat Lindsey Graham Meninggal Dunia secara Mendadak

57 tahun lalu

AS kembali Serang Iran, Teheran Hujani Qatar hingga UEA dengan Rudal dan Drone

57 tahun lalu

Iran: Israel Tak Akan Luput dari Pembalasan

57 tahun lalu

Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal