Joe Biden Sebut Rusia Bakal Serang NATO jika Ukraina Kalah, Putin: Tak Masuk Akal!

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berjabat tangan dengan Presiden AS Joe Biden (kanan) saat keduanya bertemua di Swiss pada 2021. (Foto: Reuters)

Aliansi NATO yang dipimpin AS didirikan pada 1949 untuk memberikan keamanan Barat terhadap pengaruh Uni Soviet. Setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991, wilayah NATO terus diperluas hingga mencakup beberapa negara bekas Uni Soviet dan Pakta Warsawa.

Putin telah berulang kali menyebut perluasan NATO pasca-Perang Dingin sebagai bukti arogansi Barat dalam menangani masalah keamanan Rusia.

Berdasarkan Pasal 5 perjanjian NATO, disebutkan bahwa “Para Pihak sepakat bahwa serangan bersenjata terhadap satu atau lebih negara di Eropa atau Amerika Utara akan dianggap sebagai serangan terhadap mereka semua.”

Putin mengatakan, masuknya Finlandia ke dalam NATO pada April lalu akan memaksa Moskow untuk memusatkan unit-unit militer tertentu di Rusia Utara dekat perbatasan kedua negara.

Barat, kata Putin, telah gagal memahami sejauh mana perubahan yang terjadi setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991, yang menurutnya telah menghilangkan dasar ideologis yang sebenarnya untuk konfrontasi antara Rusia dan Barat. “Saya benar-benar mempunyai kesan yang naif,” ujar Putin.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
6 hari lalu

Ini Isi RUU Sanksi untuk Rusia yang Disahkan DPR AS, Bisa Incar Negara Lain

6 hari lalu

DPR AS Sahkan RUU Sanksi Baru untuk Rusia

11 hari lalu

Momen Prabowo, Modi, Putin dan Xi Jinping Berbincang Hangat di Sela KTT BRICS

11 hari lalu

Iran Terancam Sanksi Internasional, Rusia dan China: Tak Ada Dasar Hukumnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal