"Sebelum menyalahkan orang lain, Washington bisa melakukan beberapa introspeksi. Amerika Serikat selama beberapa dekade mempertahankan senjata besar nuklirnya di Eropa. Bersama dengan sekutu NATO, Amerika Serikat ikut serta dalam pengaturan pembagian nuklir serta melatih skenario penggunaan senjata nuklir melawan negara kami," demikian isi pernyataan.
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan mitranya dari Belarusia, Viktor Khrenin, menandatangani dokumen prosedur penempatan senjata nuklir taktis di fasilitas penyimpanan khusus.
Setelah itu Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko mengatakan pengiriman senjata nuklir telah dimulai sesuai kesepakatan dengan Rusia.