Junta Militer Myanmar Gelar Pemilu Kontroversial, Perang Saudara Masih Berkecamuk

Reza Fajri
Pemimpin junta militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing (foto: AP)

Pemimpin junta, Jenderal Min Aung Hlaing, secara terbuka menyerukan warga memilih kandidat yang dapat bekerja sama secara tulus dengan Tatmadaw atau sebutan bagi militer Myanmar. Seruan ini semakin menegaskan dominasi militer dalam proses politik negara tersebut. 

Suasana pemilu kali ini dinilai jauh lebih sepi dibandingkan pemilu sebelumnya saat Myanmar sempat menjalani era demokrasi terbatas. Sosok Aung San Suu Kyi, peraih Nobel Perdamaian yang kini menjalani hukuman penjara 27 tahun, sama sekali tidak muncul dalam kampanye atau pemberitaan media pemerintah. 

Di tengah kritik internasional, junta bersikukuh pemilu ini sah dan tidak ditujukan untuk memuaskan dunia luar.

"Pemilu ini diselenggarakan untuk rakyat Myanmar, bukan untuk komunitas internasional,” ujar juru bicara junta Zaw Min Tun, seperti dilaporkan Reuters.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Markas Judol di Hayam Wuruk Pakai Pola Operasi ala Kamboja dan Myanmar

57 tahun lalu

Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan Nasional yang Inklusif

57 tahun lalu

Prabowo: Saya Kalah 4 Kali, Tapi Tak Ganggu Pemimpin

57 tahun lalu

Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal