Junta Militer Myanmar Gelar Pemilu Kontroversial, Perang Saudara Masih Berkecamuk

Reza Fajri
Pemimpin junta militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing (foto: AP)

Pemimpin junta, Jenderal Min Aung Hlaing, secara terbuka menyerukan warga memilih kandidat yang dapat bekerja sama secara tulus dengan Tatmadaw atau sebutan bagi militer Myanmar. Seruan ini semakin menegaskan dominasi militer dalam proses politik negara tersebut. 

Suasana pemilu kali ini dinilai jauh lebih sepi dibandingkan pemilu sebelumnya saat Myanmar sempat menjalani era demokrasi terbatas. Sosok Aung San Suu Kyi, peraih Nobel Perdamaian yang kini menjalani hukuman penjara 27 tahun, sama sekali tidak muncul dalam kampanye atau pemberitaan media pemerintah. 

Di tengah kritik internasional, junta bersikukuh pemilu ini sah dan tidak ditujukan untuk memuaskan dunia luar.

"Pemilu ini diselenggarakan untuk rakyat Myanmar, bukan untuk komunitas internasional,” ujar juru bicara junta Zaw Min Tun, seperti dilaporkan Reuters.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
4 hari lalu

Respons Wacana Pilkada Tanpa Wakil, Partai Perindo Minta Kewenangan Pimpinan Daerah Dipertegas

18 hari lalu

Hari Kedua Bimtek, Partai Perindo Bekali Kader Strategi Pemenangan Pemilu

18 hari lalu

Pakar Harap Perindo Kawal Pembahasan RUU Pemilu, Dorong Aturan yang Demokratis dan Konstitusional

19 hari lalu

Guru Besar UGM Usul Indonesia Tinggalkan Sistem Proporsional Terbuka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal