Jurnalis Dipukuli Polisi saat Wawancara Pemimpin Aksi Demonstrasi

Umaya Khusniah
Pimpinan oposisi di Kongo, Martin Fayulu. (Foto: france24)

Dilansir dari Reuters, polisi telah melarang pawai dengan alasan kekhawatiran tentang pandemi virus corona. Mereka menyatakan, Ligodi dikira sebagai salah satu dari pengunjuk rasa.

Juru bicara pemerintah, Patrick Muyaya mengatakan polisi telah menggunakan kekuatan berlebihan. Penyelidikian atas kasus ini pun segera digulirkan. 

"Pelaku akan dihukum berat," katanya.

Fayulu mengklaim dia mengalahkan Presiden Felix Tshisekedi dalam pemilihan 2018. Dia mengatakan, politisi berusaha mempengaruhi komisi pemilihan. Maka dari itu, dia meminta para pendukung untuk berdemonstrasi.

Fayulu dipandang sebagai penantang utama melawan Tshisekedi dalam pemilihan presiden yang dijadwalkan pada 2023.

"Saya mengajak kalian semua untuk turun ke jalan dan mengatakan tidak pada komisi pemilu yang dipolitisasi. Katakan 'tidak' pada kecurangan 2023, 'tidak' pada kecurangan pemilu," kata Fayulu dalam video yang diunggah, Senin (13/9/2021).

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internet
14 hari lalu

Asosiasi Media Siber Ungkap Hampir Semua Jurnalis Gunakan AI sebagai Alat Bantu

Internet
14 hari lalu

Riset IJTI: AI Permudah Kerja, tapi Tak Bisa Gantikan Jurnalis

Nasional
1 bulan lalu

Mengenal Roehana Koeddoes, Pahlawan dan Jurnalis Perempuan yang Berani Bersuara

Nasional
1 bulan lalu

Prabowo Bahas Kebocoran Anggaran saat Bertemu Tokoh Oposisi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal