Kabut Asap dan Panas, Masjid-Masjid di Singapura Persingkat Pelaksanaan Salat Jumat

Anton Suhartono
Singapura mempersingkat pelaksanaan Salat Jumat terkait kabut asap dan cuaca panas (Foto: CNA)

SINGAPURA, iNews.id - Singapura mempersingkat pelaksanaan Salat Jumat terkait kabut asap dan cuaca panas. Kebijakan ini mulai diterapkan di masjid-masjid sejak Jumat pekan lalu.

Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) menjelaskan, pemangkasan waktu Salat Jumat dilakukan pada bagian khutbah. Jika pada kondisi normal, khutbah pertama biasanya enam hingga tujuh halaman, untuk sementara dipersingkat menjadi kurang dari empat halaman.

“Semoga langkah ini akan memudahkan para jemaah untuk berkumpul, beribadah, dan tetap nyaman dalam kondisi cuaca yang menantang ini,” bunyi pernyataan MUIS.

Aturan ini berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Pelaksanaan Salat Jumat di Singapura biasa menggunakan naskah yang dibuat Kantor Mufti di MUIS. Mufti merupakan otoritas Islam tertinggi Singapura, tugas utamanya mengawasi pelaksanaan fatwa bagi umat Muslim Singapura.

Badan meterologi Singapura menyatakan, suhu maksimum harian pada paruh kedua Agustus berkisar antara 33-34 derajat Celcius. Bahkan pada beberapa hari, prakiraan suhu maksimum bisa mencapai 35 derajat Celcius.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Malaysia Tutup Semua Sekolah di Johor

2 hari lalu

MK Sebut Tak Punya Ijazah Setara SMA, Gibran: Saya Kuliah sampai S1 di Singapura

13 hari lalu

Pria di Singapura Berusaha Bakar Masjid

13 hari lalu

Kepala BNPB Minta Maaf soal Pernyataan Kehidupan Masyarakat Kalimantan Normal di Tengah Karhutla

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal