Pidato itu diiisi dengan pernyataan-pernyataan kontroversial, tak hanya menyangkut keluarganya tapi juga orang lain. Dia menyebut sosok pembangkang Harriet Tubman tidak pernah membebaskan para budak.
"Harriet Tubman tidak pernah benar-benar membebaskan para budak. Dia hanya meminta para budak bekerja untuk warga kulit putih,” tuturnya.
Pidato West yang kontroversial itu sontak menjadi viral di media sosial, memicu kebingungan dan kemarahan warganet. Banyak yang mempertanyakan kondisi kesehatan mental sang musisi. Tak ada program konkret yang disampaikan West dalam kampanye.
Acara ini hanya dihadiri para tamu dengan undangan resmi. Semua peserta diharuskan menandatangani formulir lepas tanggung jawab Covid-19, memakai masker, dan menerapkan jarak sosial.
Pria 43 tahun itu pertama kali mengumumkan pencalonannya dalam pilpres AS melalui Twitter pada 4 Juli. Ini merupakan keputusan bertolak belakang karena sebelumnya dia mengaku sebagai pendukung Donald Trump.
Pada satu kesempatan di 2018, West berfoto bersama Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, sambil mengenakan topi bertulis, “Make America Great Again.”
Laporan beberapa media massa AS pekan lalu menyebutkan West telah terlempar dari bursa calon karena melewatkan batas waktu untuk dicantumkan dalam pilpres di beberapa negara. Namun namanya masih terdaftar dalam pemungutan suara di Oklahoma.