Ekstremis Islam dari gerakan Al Shabaab mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Klaim militan itu muncul dalam pernyataan singkat yang dipasang di situs web pro-Shabaab.
"Mujahidin menyerang markas besar pemerintah yang murtad menggunakan kendaraan yang penuh dengan bahan peledak, ada korban," demikian pernyataan Al Shabaab.
Somalia mengalami serangan teror terburuk dalam sejarahnya pada Oktober 2017. Lebih dari 500 orang tewas di Mogadishu dalam sebuah bom truk yang diklaim oleh Al Shabaab.