Kapal Selam Bertenaga Nuklir Prancis Berpatroli di Laut China Selatan, Ada Apa?

Ahmad Islamy Jamil
Kapal selam bertenaga nuklir milik Prancis, Emeraude. (Foto: Reuters)

PARIS, iNews.id Kapal selam bertenaga nuklir dan kapal perang milik Prancis berpatroli di Laut China Selatan atau LCS, Selasa (9/2/2021). Tindakan kapal militer Eropa itu berlangsung di tengah menegangnya situasi di perairan tersebut akibat dominasi Tiongkok.

Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis mengklaim, pelayaran kapal selam dan kapal perang mereka di LCS sebagai wujud ketegasan atas kebebasan navigasi di perairan internasional.

Sementara, pada hari yang sama, Angkatan Laut AS menyatakan, dua kelompok kapal induk AS juga melakukan latihan militer bersama di Laut China Selatan. Latihan itu digelar beberapa hari setelah kapal perang AS berlayar di dekat pulau-pulau yang dikuasai China di perairan yang disengketakan itu.

Pelayaran kapal perang Prancis kali ini di LCS tanda bahwa sekutu Amerika Serikat itu semakin menegaskan kebebasan navigasi di perairan internasional yang berada di dekat China.

“Strategi ini terutama didasarkan pada komitmen operasional, pada tradisi kerja sama dengan negara-negara kawasan dan pada diplomasi pertahanan yang berkontribusi secara khusus untuk mendukung multilateralisme, hukum internasional, dan prinsip kebebasan navigasi,” ungkap Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis, dalam pernyataan dikutip Reuters, hari ini.

China merasa geram dengan pelayaran berulang-ulang oleh kapal perang AS di dekat pulau-pulau yang diduduki dan dikuasai Beijing di Laut China Selatan. Tiongkok mengklaim memiliki kedaulatan yang tak terbantahkan di LCS, sembari menuduh Amerika Serikat sengaja memicu ketegangan di kawasan tersebut.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
12 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Level Rp17.002 per Dolar AS

Internasional
13 jam lalu

Iran Akan Permanenkan Tarif bagi Setiap Kapal yang Lintasi Selat Hormuz

Internasional
14 jam lalu

AS dan Israel Siapkan Skenario Militer terhadap Iran jika Negosiasi Damai Buntu

Internasional
17 jam lalu

Trump Sebut Rezim Iran Telah Berubah: Mojtaba Khamenei Tewas atau Luka Parah!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal