Pernyataan itu belum memberikan kepastian mengenai kapan AS akan benar-benar menghentikan operasi militernya. Trump tidak menyebutkan tanggal pasti berakhirnya perang, tetapi menekankan pentingnya memastikan Iran tidak kembali menjadi ancaman bagi Washington.
Dalam kesempatan tersebut, Trump juga membela keputusannya menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran atau Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) pada 2018, saat menjalani masa jabatan pertamanya sebagai presiden.
JCPOA disepakati pada 2015, di masa pemerintahan Presiden Barack Obama, dengan melibatkan Iran dan sejumlah negara kekuatan dunia, termasuk AS, Inggris, Prancis, Rusia, China, serta Jerman. Kesepakatan tersebut dirancang untuk membatasi program nuklir Iran sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi ekonomi.
Trump menilai kesepakatan itu justru membuka jalan bagi Iran untuk memperoleh senjata nuklir. Karena alasan tersebut, dia kembali menegaskan bahwa keputusannya keluar dari perjanjian tersebut merupakan langkah yang tepat.
“JCPOA adalah jalan menuju senjata nuklir bagi Iran. Saya mengakhirinya,” ujarnya.