Kasus Mega Korupsi di Arab, Harta yang Disita Capai Rp10.600 Triliun

Anton Suhartono
Ketua Komite Antikorupsi Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (Foto: Reuters)

RIYADH, iNews.id – Pengungkapan kasus korupsi yang melibatkan setidaknya 11 pangeran, empat menteri, serta puluhan mantan pejabat Arab Saudi masih berlangsung.

Komite antikorupsi yang diketuai oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman membidik harta para pengusaha yang didapat secara tidak sah. Bahkan harta milik lebih dari 60 pangeran juga ikut dibidik.

Otoritas Arab Saudi sudah membekukan banyak rekening bank milik pribadi yang terlibat kasus korupsi.
Bank sentral Arab Saudi menyatakan, sejauh ini baru rekening pribadi yang dibekukan, sementara rekening perusahaan masih beroperasi normal.

Pemerintah menyebut uang dan aset yang disita diperkirakan mencapai USD800 miliar atau sekitar Rp10.600 triliun. Uang dan aset itu akan menjadi milik negara.

"Mereka menghitung bisa mendapat 2 sampai 3 triliun riyal dari orang-orang ini (pelaku korupsi). Itu angka yang mereka sebutkan," kata seorang sumber Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, seperti dilaporkan Wall Street Journal (WSJ).

Namun pemerintah menyadari tidak mudah untuk menyita aset para milik para pangeran, pejabat, dan pengusaha pelaku korupsi, apalagi yang berada di luar negeri. Tapi pemerintah yakin secara perlahan aset demi aset bisa diamankan.

Sebelumnya pemerintah menyatakan bahwa besar kemungkinan kasus korupsi yang sudah diselidiki selama tiga tahun terakhir ini akan melebar, melibatkan lebih banyak orang.  WSJ juga melaporkan, otoritas setempat sudah mengeluarkan larangan berpergian ke luar negeri kepada banyak orang, di antaranya ratusan anggota keluarga kerajaan serta individu lain yang terakait dengan penangkapan pada akhir pekan lalu.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
14 hari lalu

Presiden Pezeshkian Ungkap Dampak Serangan AS ke Iran terhadap Timur Tengah

Internasional
15 hari lalu

Keras! Iran Peringatkan Negara-Negara Tetangga yang Bantu Serangan AS

Internasional
15 hari lalu

Tegas! Pangeran MBS Tak Izinkan AS Gunakan Wilayah Saudi Serang Iran

Internasional
21 hari lalu

Pangeran Saudi MBS Telepon Langsung Trump, Minta Batalkan Serangan ke Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal