Kazakhstan Bakal Kembalikan Lagi Nama Ibu Kota ke Astana, Ada Apa?

Ahmad Islamy Jamil
Ibu Kota Kazakhstan, Nur-sultan, bakal kembali ke nama lamanya, Astana (ilustrasi). (Foto: Ist.)

“Pada saat yang sama, presiden melihat peran penting Nursultan Nazarbayev dalam memperkuat negara modern Kazakhstan dan pendirian ibu kota sebagai fakta sejarah,” ungkap Zheldibay di Facebook.

“Oleh karena itu, landmark lain yang dinamai dengan nama presiden pertama (Nazarbayev) akan tetap menggunakan nama itu,” katanya.

Perpecahan antara Nazarbayev dan Tokayev semakin mencuat sejak Kazakhstan dilanda kerusuhan pada Januari lalu. Pascakerusuhan itu, Nazarbayev dicopot dari gelarnya sebagai “Elbasy” atau “Pemimpin Bangsa”—peran yang memberinya pengaruh atas pembuatan kebijakan terlepas dari posisi formalnya.

Beberapa anggota lingkaran dekat Nazarbayev dicopot dari posisi tinggi. Salah satu keponakan sang mantan presiden juga ditangkap karena kasus penggelapan.

Tokayev juga secara terbuka mengkritik Nazarbayev setelah kerusuhan Januari lalu. Dia mengatakan, pemerintahan Nazarbayev telah menciptakan “lapisan orang-orang kaya”, meskipun dia juga terus memuji pendahulunya itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
3 hari lalu

Sosiolog Soroti Pertemuan Jokowi-Budi Arie: Tidak Ada Pertemuan yang Tak Bermakna Politik

6 hari lalu

Bukan Anggota Ormas, 3 Pengeroyok Pedagang Cermin hingga Tewas Hanya Pekerja Serabutan

6 hari lalu

Polisi Pastikan 3 Pengeroyok Pedagang Cermin hingga Tewas Bukan Anggota Ormas

6 hari lalu

Terungkap! 83 Anak Direkrut untuk Kerusuhan DPR 27 Agustus, Diiming-iming Uang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal