Kebun Binatang Manusia: Kontroversi dari Masa Lalu

Punta Dewa
Kebun Binatang Manusia. Seorang anak kecil kebangsaan Kongo menjadi salah satu tontonan dalam Kebun Binatang Manusia di Kota Brusel, Belgia Tahun 1958 (Foto:Twitter @JX5A)

JAKARTA, iNews.id - Tahukah Anda, di masa lalu ada sebuah kebun binatang yang isinya manusia eksotis yang dipertontonkan. 

Seperti diketahui, kebun binatang merupakan tempat populer yang menyajikan berbagai spesies hewan untuk pengunjung yang ingin belajar dan mengagumi keanekaragaman alam. 

Namun, pada masa lalu, ada praktik kontroversial yang dikenal sebagai "Kebun Binatang Manusia." Kebun Binatang Manusia merujuk pada praktik yang populer pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, di mana manusia dari kelompok etnis tertentu dipajang di kebun binatang untuk hiburan pengunjung. 

Biasanya, orang-orang dari negara-negara koloni atau masyarakat yang dianggap "eksotis" dipertontonkan sebagai objek pengamatan.

Praktik Kebun Binatang Manusia muncul pada masa kolonialisme ketika kekuatan imperialis Eropa mengeksploitasi wilayah-wilayah jajahannya. 

Kebun Binatang Manusia menjadi salah satu cara bagi orang-orang Eropa untuk melihat dan mengagumi masyarakat asing yang dianggap "primitif" atau "eksotis."

Pameran Dunia pada abad ke-19 juga berperan dalam popularitas Kebun Binatang Manusia. Negara-negara kolonial sering memamerkan penduduk asli dan budaya mereka sebagai atraksi eksotis untuk menarik perhatian pengunjung.

Praktik Kebun Binatang Manusia mendapat banyak kritik dan penolakan dari masyarakat internasional. Aktivis hak asasi manusia dan kelompok anti-kolonialis mengangkat isu ini dan menyerukan penghentian praktik ini yang dianggap merendahkan dan merusak martabat manusia.

Seiring perubahan kesadaran dan perjuangan melawan rasisme dan diskriminasi, praktik Kebun Binatang Manusia secara bertahap ditinggalkan dan dihapuskan. Pendidikan tentang pentingnya penghargaan terhadap keberagaman budaya dan perlindungan hak asasi manusia membantu mengubah persepsi masyarakat.

Editor : Komaruddin Bagja
Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal