Hingga saat ini, anak kedua itu terus bertanya kapan ibunya bangun. Sementara bayi malang itu dilarikan ke rumah sakit setelah terus-menerus menangis.
Keluarga Farwa tak mengetahui pelaku penembakan. Keluarga juga tak mengetahui alasan pasti penembakan tersebut.
Keluarga sempat menemui pasukan Taliban untuk menanyakan kejadian tersebut. Namun jawaban yang diterima tak memuaskan.
“Taliban berkata, oh ya, seseorang menembaknya dan kemudian bertanya apakah dia pergi ke pawai di jalan utama," kata Hossaini.
Keluarga menjawab jika hampir semua perempuan Afghanistan turut berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa tersebut.
"Kalau begitu jangan pergi (berpartisipasi) lagi," katanya menirukan perkataan Taliban.