Kematian George Floyd Picu Kemarahan Global, Presiden Ghana Sindir Demokrasi di AS

Anton Suhartono
George Floyd (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Kasus pembunuhan pria kulit hitam George Floyd oleh polisi Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, seolah menguak kekerasan terhadap warga keturunan Afrika di berbagai negara.

Unjuk rasa juga pecah di banyak negara, selain mengenang para korban kebrutalan polisi di negara masing-masing, massa juga memberikan dukungan terhadap demonstran di AS.

Di Paris, ribuan orang turun ke jalan pada Selasa (2/6/2020) mengenang kematian pria kulit hitam Adamo Traore (24) akibat kebrutalan polisi Paris pada 2016. Polisi sebenarnya melarang demonstrasi itu, namun massa tak peduli. Tak pelak,bentrokan antara pengunjuk rasa dengan polisi tak bisa dihindari.

Massa juga memberikan dukungan atas demonstrasi di AS dan mengecam kebrutalan polisi.

Ribuan orang berbaris di pusat Kota Sydney, Australia. Para demonstran meneriakkan, "Saya tidak bisa bernapas", pernyataan yang berulang kali diucapkan Floyd ketika diborgol dan lehernya ditindih menggunakan oleh lutut polisi bernama Derek Chauvin. Dia didakwa dengan pasal pembunuhan tingkat 3 serta pembunuhan disengaja.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Soccer
19 jam lalu

Sydney Sweeney Ditanya Siapa Pesepak Bola Favorit, Jawabannya Mengejutkan

Internasional
21 hari lalu

Masjid Terbesar Australia Dapat Ancaman, Ada Tulisan Bunuh Muslim

Internasional
31 hari lalu

Presiden Israel Datang ke Australia, Ribuan Demonstran Bentrok dengan Polisi

Internasional
1 bulan lalu

Panas! Iran Akan Usir Atase Pertahanan Negara-Negara Uni Eropa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal