Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, berulang kali menyangkal negaranya terlibat dalam wabah ini. Dia mengatakan pernyataan AS adalah sebuah "rekayasa politik" untuk merusak hubungan kedua negara.
Para diplomat pun mengajukan tuntutan terhadap Pemerintah Kanada senilai 28 juta dolar Kanada atau Rp294 miliar.
Kelompok yang terdiri dari 14 orang termasuk anggota keluarga diplomat itu mengatakan, Pemerintah Kanada terlambat memperingatkan, mengungsikan, dan merawat mereka. Kanada dipandang mengabaikan staf di Havana terkait keseriusan penyakit misterius ini.
"Selama krisis terjadi, Kanada meremehkan keseriusan keadaan, menyembunyikan informasi kesehatan dan keamanan, serta memberikan informasi salah, menyesatkan dan tidak lengkap kepada staf diplomatik," demikian dilaporkan para diplomat.
Pada sebuah konferensi pers di Washington, Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland mengatakan pihaknya mengetahui keberadaan tuntutan tersebut.