Kepala Staf Angkatan Darat AS Dipecat karena Beda Pendapat dengan Trump soal Perang Iran?

Anton Suhartono
Pengunduran diri KSAD AS Jenderal Randy A George (kanan) melalui paksaan memicu spekulasi perbedaan pandangan dengan Donald Trump (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Pengunduran diri Kepala Staf Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) Jenderal Randy A George melalui paksaan memicu spekulasi kuat soal adanya perbedaan pandangan dengan Presiden Donald Trump, terutama terkait perang Iran.

Bahkan, sejumlah laporan menyebut George tidak sepenuhnya sejalan dengan agenda militer Trump, sehingga akhirnya dipaksa mundur dari jabatannya di tengah rencana AS menggelar serangan darat ke Iran.

Sumber pejabat yang mengetahui keputusan tersebut mengatakan kepada CBS News, Menteri Pertahanan (Menhan) Pete Hegseth menginginkan sosok kepala staf yang mampu menerapkan visi Trump secara penuh. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pengunduran diri George bukan semata keputusan pribadi, melainkan akibat tekanan dari pucuk pimpinan sipil.

Spekulasi lain menyebutkan, George dinilai bukan figur yang dapat sepenuhnya mengikuti arahan atau kebijakan Trump. Hegseth disebut mencari pengganti yang lebih loyal dan mampu mengawal agenda-agenda militer pemerintah saat ini.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) sebelumnya mengumumkan pengunduran diri George secara resmi, dengan menyebut dia akan pensiun lebih awal dari jabatannya. Dalam pernyataan singkat, Pentagon menyampaikan apresiasi atas pengabdian George selama puluhan tahun di militer.

"(Pentagon) berterima kasih atas pengabdian Jenderal George selama puluhan tahun kepada negara ini. Kami mendoakan yang terbaik untuk masa pensiunnya," ujar juru bicara Pentagon, Sean Parnell.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
3 jam lalu

Gugus Tempur Kapal Induk AS USS Nimitz Tiba di Karibia, Siap Serang Kuba?

Internasional
4 jam lalu

Terungkap! Trump Tunda Serang Iran karena Pelaksanaan Haji

Internasional
5 jam lalu

Iran Siapkan Senjata Baru Perang Lawan AS-Israel: Belum Pernah Digunakan Sebelumnya

Internasional
1 hari lalu

AS Tuduh WHO Telat Deteksi Ebola di Kongo, Renggut 100 Nyawa Lebih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal