Presiden Iran Masoud Pezeshkian melakukan pembicaraan via telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Dalam percakapan tersebut, Pezeshkian mengecam ancaman militer AS yang dinilainya hanya akan memperburuk ketidakstabilan kawasan.
“Presiden merujuk pada tekanan dan permusuhan baru-baru ini terhadap Iran, termasuk tekanan ekonomi dan campur tangan eksternal, serta menegaskan upaya tersebut gagal melemahkan ketahanan rakyat Iran,” demikian pernyataan kantor kepresidenan Iran seperti dilaporkan Al Jazeera, Rabu (28/1/2026).
Di sisi lain, MBS menegaskan sikap Arab Saudi yang menolak segala bentuk agresi terhadap Iran. Riyadh memastikan tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun teritorialnya digunakan untuk menyerang Teheran.
“Sikap Kerajaan adalah menghormati kedaulatan Republik Islam Iran dan tidak akan mengizinkan penggunaan wilayah udara atau wilayah teritorial untuk aksi militer apa pun terhadap Iran,” demikian laporan kantor berita resmi Arab Saudi, SPA.