Video viral itu telah memicu kemarahan publik dan meminta pemerintah mengambil tindakan terhadap sekolah.
Pemerintah setempat telah membentuk panel untuk menyelidiki insiden tersebut. Sementara para siswa yang dihukum telah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan medis.
Penyelidikan diawasi oleh panel yang terdiri atas cendekiawan Muslim, pemimpin dan pejabat pemerintah.
"'Terlepas dari penjelasan pihak berwenang, persetujuan dari orang tua dan penyesalan dari siswa dihukum, pemerintah benar-benar mengerutkan kening tasa pemukulan keras yang terlihat dalam rekaman," kata pemerintah setempat dalam sebuah pernyataan.
Laporan media lokal mengatakan kepala sekolah di negara bagian Kwara, Nigeria telah diskors.
Dilansir dari BBC, sekolah tersebut menerapkan hukuman tersebut. Hukuman itu diberikan dengan persetujuan orang tua, dan sejalan dengan hukum Islam.